Thursday, 18 June 2015

DARA,PLEASE BE MY MOM (PART 16)

Part 15

16. MEREKA MULAI CURIGA

Dara memencet bel apartemen beberapa kali, tapi tidak ada yang membuka. Apa mungkin Miko marah padanya, karena ia tidak ikut dengannya tadi. Tapi tadi ia memang tidak bisa ikut dengan Miko karena malam ini ulang tahun Rifky. Lalu sekarang bagaimana ? Apa ia harus tidur diluar ? Dara mencoba memencet bel lagi, tapi tetap tidak dibukakan pintu. Dara mengambil ponsel dan menelpon Miko, tapi tidak di angkat. Jadi sekarang bagaimana ? haruskah ia menelpon Rifky. Tapi tidak, ia akan sangat malu jika menelpon Rifky.


Miko belum tidur, ia tidak bisa tidur sebelum Dara pulang, saat Dara memencet bel, ia sengaja tidak membuka pintu karena kesal. Tapi sekarang bel pintu tidak lagi berbunyi, Apa Mungkin Dara pergi ? Untuk menjawab rasa penasarannya, Miko melihat keluar pintu. Ternyata Dara tidur di depan pintu. Miko menghela nafas berat, bagaimana mungkin seorang perempuan dengan mudahnya tidur diluar.


Dara bangun dan melihat ke sekelilingnya. Ia sekarang berada di kamar ? Bukankah semalam ia berada di luar, kenapa sekarang ada disini ? Apa mungkin Miko memindahkannya ? Ah tapi itu tidak mungkin. Miko sedang marah dan mustahil ia akan bersikap baik padanya. Lalu apa mungkin Dara yang berjalan sendiri ke kamar ? Tapi setau dia, ia tidak pernah tidur berjalan ? Dara keluar kamar untuk mencari Miko. Tapi tidak ada, ruang tamu kosong, dapur dan kamar mandi pun kosong. Bukankah Miko semalam ada di dalam apartemen ? Mungkin saja semalam Miko pulang, membangunkannya lalu ia masuk ke dalam tanpa sadar ? Dara fikir itu adalah kemungkinan yang paling besar.


Seperti biasa, pagi ini Ismi datang ke rumah Miko, tapi ada yang berbeda dari hari biasanya. Ia membawa nasi goreng buatannya. Miko masih tidur. Ismi masuk ke kamar membangunkannya.


Ismi         : Bangun, dasar kebo ! Udah jam berapa nih, mau kerja ga ?


Miko menggeliat lalu mengucek matanya. Pemandangan itu membuat Ismi tersenyum. Ia memang sangat suka membangunkan Miko karena Miko terlihat tampan dimatanya ketika bangun tidur.


Miko       : Ini baru jam berapa ?


Ismi         : Jam 8, lo lupa ? kemarin kita ada janji ketemu Pak Henry jam 9 dikantornya.


Miko       : Oiya, sory sory gue lupa.


Ismi         : Emang semalem pulang jam berapa ? Ga nginep di apartemen ?!


Miko       : Sekitar jam 12, lagi males tidur disana.


Ismi kembali tersenyum, ia bersyukur Miko tidak lagi menginap di apartemen, setidaknya itu membuat Ismi merasa sedikit lega karena Miko tidak terlalu sering bertemu Dara.


Ismi         : Yaudah, sekarang mandi. Trus sarapan nasi goreng ?


Miko       : Nasi goreng ? lu masak ?


Ismi         : Ngga, pembantu gue. Gue tunggu di depan, 30 menit harus udah beres. Jam segini jalanan pasti macet, gue ga mau telat !


Miko segera bergegas mandi dan siap-siap. Ia mencicipi nasi goreng yang dibawa Ismi. Tapi rasanya sangat berbeda dengan buatan Dara. Mengingat Dara, ia kembali kesal karena Dara semalam lebih memilih Rifky dari pada ikut dengannya. Bahkan Dara membiarkan Marsya ikut dengannya sementara ia asik makan malam berdua dengan Rifky. Miko melihat ponselnya, tapi tidak ada pesan dari Dara. Itu membuatnya semakin kesal, karena ia berharap Dara akan mengirim pesan dan meminta maaf padanya.


Pertemuan Miko sudah selesai, dan sebuah kontrak kerja sudah kedua belah pihak sepakati. Miko memuji Ismi yang sangat pintar mempromosikan Miko, hingga ia sekarang bisa cukup dikenal dan bisa mendapat banyak tawaran pekerjaan.


Dara mengirim pesan pada Miko, ia kembali mengajak Miko bertemu karena kemarin ia belum sempat bertemu dengan Miko. Melihat pesan Dara yang ingin membahas masalah kemarin, Miko ingat tentang pertemuan Dara dan Kristin. Apa mungkin Dara masih mengingat hal itu, atau bahkan ia sekarang marah pada Miko karena kesabarannya sudah hilang? Tapi seharusnya yang marah adalah Miko. Meskipun sedikit takut, Miko akhirnya membalas pesan Dara.


“ Aku akan datang setelah selesai syuting. Tunggu dan jangan sampai ketika aku disana, kalian tidak ada di apartemen,”


Dara membaca pesan Miko, perasaannya menjadi tidak enak, mungkin Miko masih marah padanya karena pertengkaran semalam. Bagaimana ini ? Apa nanti ia bisa mengatakan tentang sekolah Marsya jika Miko masih marah. Ia menyesal sudah menyuruh Miko ke apartemen.


Sementara itu, hari ini Rifky menjadi panitia sebuah seminar untuk seluruh para dokter muda. Ketika Ia memarkirkan mobilnya, ponselnya berdering. Dan itu dari temannya yang juga panitia, meminta Rifky untuk segera masuk karena harus segera breefing. Rifky berjalan setengah berlari, ia kembali memeriksa tas nya memastikan tidak ada yang tertinggal. Karena berjalan cepat dan menunduk, seorang perempuan menabraknya. Rifky meminta maaf lalu pergi.


Perempuan yang bertabrakan dengan Rifky adalah  Arin. Arin salah satu peserta seminar. Ia memang baru lulus setahun lalu, dan sekarang sedang rajin mengikuti seminar. Dara melihat sesuatu terjatuh dari tas Rifky. Sebuah dompet hitam kecil,dari sisi dompet ada sebuah gantungan kecil yang putus. Arin menebak bahwa dompet itu menggantung di kunci kendaraan, ia membuka dompet tersebut dan hanya berisi SIM dan STNK. Ia tersenyum menertawakan Rifky, menurutnya Rifky masih muda tapi seperti orang tua yang menyimpan SIM dan STNK di dompet gantungan kunci mobil.


Arin masuk ke dalam ruang seminar, sesekali ia melihat sekeliling untuk mencari Rifky. Tapi diantara semua peserta seminar, tidak ia temukan Rifky. Hingga akhir seminar Arin tidak juga menemukan Rifky. Arin berfikir mungkin dia bukan peserta seminar, dan bahkan mungkin sekarang ia sedang berada diperjalanan. Lalu bagaimana jika terkena razia polisi ? Pasti akan memakan banyak waktu jika harus di tilang dan membuat SIM dan STNK baru. Arin melihat alamat yang tertera di SIM. Rifky tinggal di apartemen, dan apartemennya sama dengan apartemen yang ibu beri untuk kakaknya, Miko.


Syuting film Miko sudah dimulai lagi karena kesehatan Jo sudah membaik. Selesai syuting Miko akan pergi ke apartemen, tapi Ismi menahannya. Ismi mengeluhkan bahwa ia mendadak tidak enak badan dan meminta Miko mengantarnya pulang. Miko tidak bisa menolak karena ia juga tidak tega membiarkan Ismi sendiri. Akhirnya Miko mengantar Ismi pulang.


Bel apartemen berbunyi, Dara dengan gugup mencoba membuka pintu. Tapi ia kaget karena yang datang bukanlah Miko, melainkan Arin. Dara langsung mengenali wajah Arin karena Ia pernah mengupload foto berdua dengan Miko. Dara bingung bagaimana Arin bisa datang ke apartemennya. Apa ia datang karena suruhan Miko ? Tapi tidak mungkin, Miko jelas tidak ingin ada yang tahu tentang ia dan Marsya. Lalu ada apa ?


Arin        : Anda siapa ? Bukankah apartemen ini milik kakakku ?


Dara        : Saya ? Saya yang menyewa apartemen ini.


Arin        : Benarkah ? Tapi dia tidak pernah mengatakan menyewakan apartemen.


Marsya memanggil Dara dari dalam rumah,


Marsya : Dara, apa itu ayah ?            


Dara        : Begitulah,tapi jika tidak percaya. Bisa hubungi kakakmu. Maaf saya sedang sibuk.


Arin        : Baik. Maaf sudah mengganggu. Saya pamit. Permisi.


Dara menutup pintu apartemen. Ia sangat kaget tiba-tiba Arin datang, untung saja ia mengatakan bahwa ia menyewa apartemen ini, jadi Arin tidak curiga. Tapi kemana Miko, ia mengatakan akan datang, tapi sampai sekarang belum datang. Dara menelpon Miko, tidak diangkat. Kemana dia ? Apa masih sibuk ?


Arin keluar dari apartemen, ia mencoba menelpon Miko tapi tidak ada jawaban. Tiba-tiba ia melihat Rifky. Arin segera memanggilnya. Rifky menoleh.


Rifky       : Kau memanggilku ?


Arin        : Tentu saja, disini apakah ada lagi yang bernama Rifky ?


Rifky       : Entahlah, aku tidak mensensus mereka.


Arin        : Hahaha , kau ini, maksudku bukan itu. Oiya, kenalkan aku Arin.


Rifky       : Rifky, tapi darimana kamu tahu namaku ?


Arin        : Ingat perempuan yang kamu tabrak tadi siang ?


Rifky       : Ya, apa mungkin itu ??


Arin        : Benar, aku yang tadi kamu tabrak. Oiya, aku datang untuk mengembalikan dompetmu. Sudah kamu ambil di recepsionist ?


Rifky       : Benarkah ? Seharian ini aku mencari itu, dan terimakasih sudah membantu. Kalau begitu, aku traktir minum kopi ? Sebagai ucapan terimakasih.


Arin        : Terimakasih, tapi mungkin lain kali, malam ini aku tidak bisa.


Rifky       : Lain kali ?Baiklah. Ini kartu namaku. Hubungi aku jika kamu ada waktu.


Arin        : Baiklah. Aku pergi.


Miko dari tadi mengurus Ismi, membuatkan bubur dan mengompresnya. Ismi sekarang sudah tidur. Miko ingat ia harus ke apartemen. Ia segera mengambil ponsel lalu melihat panggilan dari Arin dan Dara. Dara menelponnya pasti untuk menanyakan kenapa ia belum datang, tapi Arin. Ada apa ia menelpon Miko ? Miko pun menelpon balik Arin.


Miko       : Ada apa ?


Arin        : Tadi aku datang ke apartemen, dan ada seorang perempuan didalam, siapa dia ?


Miko       : Ah, dia. Dia teman. Sedang menginap beberapa hari.


Arin        : Benarkah ? Memangnya ada apa ?


Miko       : Rumahnya sedikit di renovasi, daripada apartemen kosong, jadi abang menawarkannya untuk menginap, hanya beberapa hari.


Arin menutup telponnya, ia merasa aneh dan berkata sendiri.


Tadi perempuan itu berkata bahwa ia menyewa, tapi abang bilang ia meminjamkan apartemen. Sebenarnya ada apa antara abang dan perempuan itu ? Dan anak itu, dia siapa ?
 
Diluar kamar Arin, Ibu mendengar percakapan Arin dan Miko. Ia juga mendengar perkataan Arin tentang perempuan yang berada di apartemen. 

Part 17

No comments:

Post a Comment