Friday, 12 June 2015

DARA,PLEASE BE MY MOM (PART 13)

   Part 12

       13. GADIS PINTAR YANG MALANG

Setelah makan malam selesai, Miko tidak langsung pulang, ia bermain lego dengan Marsya. Sementara Dara membiarkan mereka berdua main dan ia menonton tv. Miko cukup cekatan membuat berbagai bentuk dari lego. Ia mengajarkan Marsya membuat rumah dan robot. Karena terlalu asyik bermain hingga tak terasa sudah jam 10 malam.

Dara                    : Marsya, tidak bisakah melanjutkan permainan lain waktu ? sudah jam 10 dan kamu harus tidur.

Marsya               : Tidak mau !

Miko                    : Besok kita bisa main lagi.

Marsya               : Tidak ayah. Jika besok tidak bisa main lagi bersama ayah.

Marsya memang benar, malam seperti ini akan sangat langka bagi Marsya, Dara juga tidak tega jika ia memaksa Marsya tidur dan merindukan ayahnya lagi. Dara pamit pada Miko karena sudah mengantuk. Sedangkan Miko dan Marsya melanjutkan permainan mereka.

Pagi sudah datang, Dara bangun dari tidurnya. Waktu sudah menunjukan pukul 5 pagi. Marsya tidak ada di kamar. Dara keluar kamar untuk mencarinya. Dan ia terkejut karena melihat Marsya tidur bersama Miko dengan Lego yang sangat berantakan. Dara menepuk jidat, jadi semalam mereka terus bermain hingga lupa waktu. Dara pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah itu ia mulai membereskan setiap ruangan. Tapi ia melewatkan ruang tv karena Marsya dan Miko masih tertidur. Jam 7 Dara sudah selesai membersihkan semua ruangan, tapi Miko dan Marsya belum juga bangun padahal ia cukup berisik membereskan rumah.

Selesai membereskan rumah, Dara membuat sarapan untuk mereka. Sebuah omelet dengan nasi goreng porsi bertiga. Aroma nasi goreng yang harum membangunkan Miko. Ia pergi melihat Dara ke dapur. Melihat Dara memasak nasi goreng membuat Miko teringat saat Miko masih tinggal bersama keluarga, ibunya selalu membuatkan nasi goreng untuknya. Dan setelah berpisah, Ia hanya sarapan roti atau makanan fast food yang tidak sulit di masak.

Dara menyapa Miko yang baru bangun tidur, ia menyuruh Miko ke kamar mandi dan setelah itu sarapan. Miko segera ke kamar mandi, Miko ingin sarapan bersama Marsya,tapi Ismi menelponnya dan menyuruh ia untuk segera pergi ke kantor. Dara pun menyuruh Miko untuk sarapan sekarang karena Marsya pasti akan lama bangun apalagi setelah semalam bermain.

Syuting film Miko dihentikan sementara karena sutradara Jo yang sedang sakit. Karena itu Miko akan punya waktu libur beberapa hari. Tapi Ismi juga mengajak Miko untuk menjenguk sutradara Jo kerumahnya karena ia menolak untuk di rawat di rumah sakit.

Hanya 45 menit perjalanan dari kantor ke rumah sutradara Jo. Istri Sutradara Jo yang tidak lain adalah Kristin. Ia mempersilahkan Ismi dan Miko masuk. Sedangkan Sutradara Jo sedang tidur sehingga Miko dan Ismi tidak bisa menemuinya. Mereka menunggu Jo bangun di ruang tamu, saat itu anak Kristin, Angel sedang membuka-buka album sekolah Kristin di ruang TV. Angel mengenal Miko karena pada saat ulang tahunnya, Miko datang memberikan kado padanya.

Angel menghampiri Miko dengan membawa album sekolah Kristin, ia menunjukan betapa cantik ibunya ketika sekolah, Miko hanya mengiyakan. Mereka membuka satu persatu halaman, hingga Miko melihat sebuah foto mirip Dara. Miko memperhatikan dengan detail, dan benar itu memang Dara.

Ismi mendapat telpon dan ia harus segera pergi karena ada urusan, Miko menolak pergi bersama Ismi dan memilih tetap di rumah Jo menunggu Jo bangun. Meskipun sebenarnya alasan ia tidak pergi karena ia penasaran dengan masalalu Dara yang ia harap Kristin bisa memberitahunya.

Kristin melihat Miko yang terdiam melihat sebuah foto. Ia menghampiri Miko untuk melihat foto yang dilihat Miko.

Kristin : Ada apa ?

Miko    : Tidak apa-apa. Hanya saja wajahnya seperti tidak asing. (Miko menutup album foto)

Kristin : Kamu pernah bertemu dengan dia ?

Miko    : Tidak, memangnya dia siapa ?

Kristin : Gadis itu. Dia bernama Dara. Gadis pintar yang malang.

Miko    : Maksudmu ?

Kristin : Gadis pintar yang malang. Karena diantara semua kejadian nyata yang aku alami maupun aku lihat, dia adalah gadis dengan nasib yang paling malang.

Miko    : Tapi aku masih tidak mengerti.

Kristin : Kamu juga tidak perlu mengerti. Dia pasti akan malu jika aku menceritakan masalalunya pada orang lain.

Miko    : Tetap saja, kamu harus melanjutkan ceritamu karena sudah memulainya.

Kristin : Baiklah, lagipula aku fikir kamu tidak akan mungkin bertemu dengannya. Jadi kalau aku ceritakan, dia tidak akan merasa malu. Dia itu temanku, lebih tepatnya teman buruk ketika SMA. Kami selalu bersaing dalam segala hal. Dia selalu berada satu ranking di atasku. Saat itu ayahnya terjerat kasus korupsi dan kami membully nya habis-habisan. Aku semakin kesal karena cinta pertamaku jatuh cinta padanya meskipun dia sedang dalam keadaan terpuruk saat itu. Aku benar-benar merasa iri padanya, disaat dia jatuh pun dia masih memiliki keberuntungan. Tapi siapa sangka saat ini semuanya terbalik. Keberuntungannya entah pergi kemana. Ia dipecat dari pekerjaannya, suaminya yang tidak lain adalah cinta pertamaku ternyata tidak sebaik yang aku fikirkan, ketika Dara tidak juga mempunyai anak, suaminya berselingkuh dan menceraikan Dara. Menurutku dua hal itu sudah cukup membuat Dara menderita, tapi ternyata tuhan masih menguji kesabarannya. Hanya beberapa minggu setelah perceraiannya, ia baru tahu jika ada kista yang bersarang di rahimnya. Dan sekarang, untuk bertahan hidup ia bahkan sampai rela menjadi seorang baby sitter.

Di sepanjang perjalanan pulang, Miko terus memikirkan perkataan Kristin tentang Dara. Ia kembali mengingat pertemuan pertamanya ketika ia menabrak motor Dara. Ia pun ingat bahwa saat itu Dara sedang berada dipinggir jembatan. Apa mungkin saat itu ia ingin bunuh diri ? ia kemudian mengingat pertemuan kedua dengan Dara di pesta ulang tahun anak Kristin, awalnya Miko merasa Dara berlebihan jika menyimpan dendam padanya hanya karena ia menyenggol motornya, tapi sekarang ia tahu bahwa Dara tentu saja merasa sangat marah karena Ia menambah daftar bencananya. Miko merasa bersalah sudah menambah penderitaan Dara dengan beban hutang karena kerusakan mobilnya. Mungkin saat itu ia sudah kehilangan akal dan menyingkirkan rasa malunya untuk mengambil celengan dirumah mantan suaminya, walaupun akhirnya ia harus berakhir di kantor polisi.

Sekarang apa yang harus ia lakukan, apa ia harus membebaskan hutang Dara sekaligus membebaskannya dari kewajiban mengurus Marsya ? Miko segera menyadarkan diri, ada apa dengan dirinya, mengapa ia menjadi begitu peduli dengan Dara. Dara hanya orang lain baginya, ia tidak harus merasa sangat peduli padanya. Lagipula Dara sudah menandatangani kontrak untuk mengurus Marsya sebagai pembayaran utang-utangnya. Kemudian ia teringat penyakit Dara, apa Dara sudah mengobati penyakitnya? Karena untuk membayar hutang pada Miko saja ia tidak bisa, lantas darimana ia mendapatkan uang untuk mengobati pernyakitnya ? Atau bahkan mungkin ia sekarang merasa menyerah dengan penyakitnya ?

Miko mendatangi apartemen untuk menjawab rasa penasarannya. Sekarang baru jam 4 sore, mungkin Dara dan Marsya sedang bersantai, jadi jika ia datang ia tidak akan mengganggu waktu mereka. Dan ia juga belum makan, makan malam di apartemen bukan hal yang buruk, ditambah lagi masakan Dara yang cukup enak dan masuk ke seleranya.

Tapi ketika Miko sampai di lobi apartemen, ia melihat Dara dan Marsya yang sepertinya akan pergi. Miko ingin memanggil mereka tapi tertahan karena ada seorang pria yang lebih dulu memanggil mereka. Miko merasa pernah melihat pria itu, tapi dimana ? Ia kemudian ingat pada pria yang pernah ia lihat sedang makan malam bersama Dara di apartemennya. Siapa dia ? apa mungkin dia kekasih Dara ? Miko merasa kesal jika pria itu adalah kekasih Dara. Bagaimana mungkin Dara bisa begitu cepat mendapatkan kekasih jika ia belum lama bercerai. Meskipun itu memang haknya karena ia sudah tidak punya ikatan dengan siapapun. Tapi tetap saja, ia tidak boleh secepat itu, lalu bagaimana dengan Marsya ?

Miko memutuskan untuk mengikuti mereka dari belakang. Dan ternyata mereka pergi ke XXI, Miko tidak mungkin masuk dengan pakaian seperti ini, orang-orang akan mengenalinya dan itu akan membuat ia ketahuan ketika mengikuti Dara. Miko mengambil jaket dan topi yang selalu ada di mobil. Kemudian ia keluar dengan memakai jaket dan topi tersebut.

Dara berada di antrian loket sedang membeli tiket sementara Marsya dan Rifky membeli cemilan. Miko melihat dari kejauhan, ia sedikit merasa iri melihat keakraban Marsya dan Rifky. Seharusnya yang berada dengan Marsya sekarang adalah dirinya bukan orang lain. Tidak sampai disitu, Miko juga mengikuti Dara sampai masuk ke dalam, dan tentu saja melihat mereka menonton bersama membuat Miko semakin marah.

Film sudah selesai, mereka pergi ke foodcourt dan Miko tetap mengikuti mereka. Miko duduk di tempat yang terhalang sebuah hiasan agar tak terlihat. Di tengah makan, Rifky pamit pergi ke toilet. Dara dan Marsya melanjutkan makan mereka. Tapi tak disangka, Anton datang bersama Rima, Dara melihat mereka dan memilih berpura-pura tidak melihat. Namun sial, Rima melihat Dara, Ia menghampiri Dara.

Rima    : Dara ? Tidak disangka akan bertemu disini ?

Dara tentu saja salah tingkah Rima menyapanya, ia berfikir Rima akan membuatnya kembali malu saat ini. Sementara Anton, ia menatap Dara dengan pandangan menyesal, menyesal bertemu Dara dalam keadaan seperti ini.

Dara    : Iya, apa kabar ?

Anton  : Baik, apa kamu juga baik-baik saja ?

Dara ingin menjawab pertanyaan Anton, tapi Rima memotong.

Rima    : Sayang, tidak kah kamu lihat. Pasti Dara baik-baik saja jika sekarang bisa jalan-jalan ke mall. Tapi kamu dengan siapa ? Dan anak ini, siapa dia ?

Dara    : Aku fikir itu bukan urusanmu. Jika kalian ingin makan. silahkan sebelum meja yang lain penuh.

Rima    : Kamu kenapa ko sewot ? Atau mungkin kamu tidak ingin kita tahu bersama siapa kamu datang? Apa mungkin kamu datang kesini bersama ayah anak ini?

Dara    : Sudah kubilang bukan urusanmu !

Rima    : Tentu saja bukan urusan kami. Hanya saja aku tidak menyangka karena begitu ingin punya anak sampai kamu datang dengan seseorang yang memiliki anak.

Kesabaran Dara kesal pada Rima, kata-katanya benar-benar keterlaluan. Dara mengambil air di gelas dan menumpahkannya pada Rima.

Dara    : Aku fikir mulutmu perlu di cuci agar tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, ditambah lagi sekarang kamu sedang hamil, aku harap  anakmu tidak tertular bibir busukmu !

Rima mengangkat tangan ingin menampar Dara. Tapi diluar dugaan, Anton menahan tangan Rima.

Anton  : Sudah hentikan, jangan membuat kekacauan disini.

Rima tidak mendengar perkataan Anton, ia kemudian mengangkat piring dan akan melemparkannya pada Dara. Dan saat itu Miko datang, ia menangkap piring yang akan dilemparkan pada Dara. Miko sedari tadi memang memperhatikan kejadian itu, ia awalnya tidak ingin ikut campur, tapi melihat Dara yang terpojok ia datang untuk menyelamatkan Dara. Tanpa menatap Anton dan Rima, Miko berbicara pada Dara.

Dara    : Miko ?

Miko    : Apa yang kamu lakukan disini ? kamu tidak pantas untuk menghiraukan orang-orang seperti mereka.

Anton tidak terima dengan perkataan Miko, ia hendak melawan Miko. Dengan cekatan Miko menahan tangan Anton yang hampir meninjunya. Iapun membawa Dara dan Marsya pergi sementara Rima dan Anton menatap tak percaya. Rima tidak percaya, bahwa seorang artis seperti Miko datang dan membawa Dara pergi. Ia penasaran bagaimana mereka bisa saling mengenal, terlebih lagi bagaimana Miko bisa peduli pada Dara.


Rifky yang baru keluar dari toilet, melihat kejadian dimana Miko datang menyelamatkan Dara. Ia juga diam tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sekarang ia yakin ada sesuatu antara Miko dan Dara. Dan kedatangan Miko ke apartemen malam itu bukan karena Miko salah masuk apartemen. Ia pun bertanya dalam hati, ada apa sebenarnya di antara mereka berdua ?

Part 14


No comments:

Post a Comment